Minggu, 30 November 2014

Tugas 2 Pengantar Bisnis

Nama        : Diah Setyowati
NPM          : 22214961
Kelas         : 1EB11

Perbedaan antara Perusahaan Perseorangan, Firma, CV, PT, Koperasi, dan BUMN


Ket.
Perorangan
Firma
CV
PT
Koperasi
BUMN
Pengguna Jasa
bukan pemilik
umumnya bukan pemilik
umumnya bukan pemilik
umumnya bukan pemilik
anggota/umum
masyarakat
pemilik usaha
individu
sekutu usaha
sekutu usaha yang terdiri dari sekutu aktif dan sekutu pasif
pemegang saham
anggota
pemerintah
yang punya hak suara
pemilik
para sekutu
sekutu aktif
pemegang saham biasa
anggota
pemerintah
pelaksanaan voting
tidak perlu
biasanya menurut besarnya modal penyertaan

menurut besarnya saham yang dimiliki melalui RUPS
satu anggota satu suara dan tidak boleh diwakilkan

penentuan kebijaksanaan
orang yang bersangkutan
para sekutu
sekutu aktif
direksi
pengurus
pemerintah
balas jasa terhadap modal
tidak terbatas
tidak terbatas
tidak terbatas
tidak terbatas
terbatas
tidak terbatas
penerima keuntungan
orang yang bersangkutan
para sekutu secara proporsional
sesuai perjanjian yang telah disepakati
pemegang saham secara proporsional
anggota sesuai jasa/partisipasi
rakyat, negara
yang bertanggung jawab terhadap rugi
pemilik
para sekutu
sekutu aktif
pemegang saham sejumlah saham yang dimiliki
anggota sejumlah modal ekuitas
pemerintah


sumber :

http://trirustiana.wordpress.com/2012/06/08/perbedaan-perusahaan-perorangan-firma-cv-pt-koperasi-dan-bumn/

Tugas 1 Pengantar Bisnis

Nama         : Diah Setyowati
NPM          : 22214961
Kelas         : 1EB11



Definisi Bisnis

            Bisnis menurut pandangan ilmu ekonomi adalah sebuah organisasi dengan tujuan menjual barang dan jasa kepada pembeli atau usaha lainnya dengan tujuan mendapatkan laba keuntungan. dalam bahasa inggris bisnis adalah business dasar katanya adalah busy yang dalam bahasa indonesianya adalah sibuk, sehingga bisnis dapat diartikan menjadi sesorang ata banyak orang yang meengerjakan sebuah pekerjaan atau kesibukan yang mendatangkan keuntungan.
           
            Bisnis dalam pandangan ekonomi kapitalis yang di mana hampir semua bidang bisnis adalah bersumber dari masyarakat dari pihak swasta, bisnis terbentuk dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang dimana pemilik bisnis tersebut mengupayakan hasil yang maksimal sehingga dapat memakmurkan dirinya. Akan tetapi ada juga beberapa bisnis yang tidak mengejar keuntungan seperti itu, seperti misal dalam bisnis yang koperatif dalam bisnis koperatif berbeda dari bisnis kapitalis oleh karena tujuan dari bisnis koperatif adalah mensejahterahkan seluruh anggota yang menumbuhkembangkan bisnis tersebut dan meningkatkan kemakmuran rakyat, sehingga model bisnis koperatif sangat dekat dengan sosial yang dimana bisnis koperatif banyak di kelola oleh pihak pemerintah dan institute sosial.

            Bisnis dalam pandangan etimologi adalah di mana sebuah organisasi yanng sibuk bekerja untuk menghasilkan keuntungan. ada 3 penggunaan yang dipakai pada kata bisnis sesuai dengan tujuan dan harapannya masing masing, yang pertama bisnis bisa dipandang adalah sebuah badan usaha, yang kedua busnis bisa dipandang hanya sebagai ekonomis dan yang ketiga bisnis bisa dipandangan adalah sektor pasar, namun definisi bisnis hingga saat ini masih saja terus menjadi bahan perdebatan.

Berikut ini adalah definisi bisnis dapam pandangan para ahli di bidang bisnis :
  • Musselman dan Jackson (1992)
Bisnis adalah sebuah aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan ekonomis perusahaan dan masyarakat yang diorganisasikan agar terlibat dalam aktifitas tersebut.

  • Griffin dan ebert (1996)
Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people
Dalam pengertian ini bisnis adalah aktifitas penyediaan barang dan jasa yang diinginkan dan diperlukan oleh konsumen. Bisa dilakukan oleh perusahaan yang memilki badan hukum dan badan usaha, serta perorangan walaupun tidak memilki badan hukum maupun badan usaha baik yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) maupun bisnis yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.

  • Huat, T Chwee (1990)
Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari. Sistem bisnis yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan konsumen khususnya masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society.

  • Hughes dan Kapoor
Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a profit, the good and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within an industry"
Bisnis adalah suatu suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa dengan tujuan mendapatkan keuntungan dalam dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada didalam industry. Orang yang mengusahan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.

  • Glos, Steade dan Lowry (1996)
Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sember daya sehinggan menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.

  • Griffin dan Ebert (1996)
Business is an organization that provides goods or services in order to earn provit.
Sejarah dengan defenisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit keuntungan. Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.

  • Steinford ( 1979)
"Business is an institution which produces goods and services demanded by people.
Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

  • Allan Afuah (2004)
Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry"
Maksudnya Bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.

  • Musselman dan Jackson (1992)
Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

  • Mahmud Machfoed
Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

  • Glos, Steade dan Lowry (1996)
Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

  • Brown dan Petrello (1976)
Business is an institution which produces goods and service demanded by people.
Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

  • Steinford (1979)
Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people.
Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.

  • Allan Affuah (2004)
Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentranformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.


Sumber: 

http://www.perpustakaandigital.net/2014/07/pengertian-bisnis.html?m=1



Rabu, 15 Oktober 2014

Pengantar Akuntansi, Pengenalan Akuntansi



Sejarah Akuntansi

     

Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan dunia usaha.Pada abad ke-14, para pedagang dari Genoa mulai mengadakan pencatatan secara sederhana. Dengan terbitnya buku berjudul Summa de Arithmatica, Pro Portioni et Propotionalita, yang disusun oleh Luca Pacioli pada tahun 1949, pembukuan mulai dilakukan secara sistematis dengan menggnakan system berpasangan.

      System pembukuan berpasangan ini berkembang di Eropa khususnya di Belanda yang telah dikenal dengan system continental. Kemudian pada abad ke-19, teori dan praktik pembukuan berpasangan dikembangkan di Amerika Serikat menjadi Akuntansi (Accounting). Sistem akuntansi yang berkembang di Amerika Seikat ini dikenal sebagai Anglo-Saxon.

      Di Indonesia, perkembangan akuntansi mulai tampak setelah undang-undang mengenai tanam paksa dihaouskan pada tahun 1870 sehingga kaum pengusaha swasta Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Akuntansi juga dipakai saat itu adalah system continental sehingga kebutuhan dunia usaha terhadap akuntan di Indonesia.

      Pada saat Belanda meninggalkan Indonesia dan diganti oleh Jepang, tenaga-tenaga akuntansi mengalami kekosongan.Atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kursus-kursus akuntansi yang merupakan cikal bakal tenaga akuntan di Indonesia.

      Setelah Indonesia merdeka dan mendapat pengakuan dari Belanda, mulailah putra putra Indonesia dikirim ke luar negeri (Amerika Serikat) untuk memperdalam ilmu akuntansi. Pada tahun 1952 dibuka jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang kemudian diikuti oleh perguruan tinggi negeri yang lain. Mulai tahun 1952 itulah akuntansi system continental bergeser ke system Anglo-Saxon.

      Untuk mengembangkan akuntansi, pada tahun 1957 berdiri organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).Namun, baru tahun 1967 saat dibukanya penanaman modal asing, akuntansi di Indonesia berkembang pesat.Jasa besar IAI adalah menyusun Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1996 sebagai dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan di Indonesia.





Pengertian Akuntansi



Pada perkembangannya, akuntansi didefinisikan dengan mengacu kepada konsep informasi. Akuntasi adalah proses pengindentifikasi, pencatatan, dan pengkomunikasian informasi ekonomi suatu organisasi(perusahaan ataupun bukan perusahaan) kepada pemakai informasi yang berkepentingan.



      Akuntansi adalah aktivitas jasa.Fungsinya menyediakan informasi kuantitatif yang bersifat keuangan yang dirancang untuk menghimpun, mengukur, dan mengkomunikasian informasi keuangan kepada beragam pengambil keputusan, seperti kreditor, investor, dan manajer.Akuntasi melibatkan sistem konsep dan prosedur yang mengorganisasikan, dan meringkas kegiatan-kegiatan ekonomi perusahaan.



      Definisi akuntansi juga bisa disimpulkan sebagai kegiatan pencatatan, penggolongan/pengklasifikasian, pengikhtisaran, pelaporan, dan penyajian data keuangan suatu organisasi atau perusahaan.





Perbedaan Akuntansi dan Pembukuan



Pembukuan adalah aktivitas pencatatan data perusahaan dengan suatu cara tertentu sedangkan akuntansi meliputi pencatatan dengan perencanaan system pencatatan menyusun laporan atas dasar data yang telah dicatat dan selanjutnya membuat analisis atas laporan-laporan yang telah dibuat.

      Maka kesimpulannya, akuntansi lebih luas dari pembukuan merupakan suatu bagian saja dari proses akuntansi.





Pemakai Informasi Akuntansi



Pemakai informasi akuntansi dibagi menjadi 2 klasifikasi utama, yaitu:

1.    pemakai internal, berasal dari dalam organisasi yang membutuhkan informasi untuk membantu dalam perencanaan dan mengontrol operasi usaha dan mengelola sumber usaha. Contoh: direksi, manajer, dan staf internal dari perusahaan yang bersangkutan.

2.    pemakai eksternal, berasal dari luar organisasi yang membuat keputusan-keputusan menyangkut hubungan dengan usahanya. Pemakai ekternal ini biasanya terdiri atas beberapa pihak antara lain pemilik perusahaan, investor, kreditor, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat.





Konsep Dasar Akuntansi



Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, pencatatan transaksi akuntansi dan

penyusunan  laporan keuangan didasari oleh konsep-konsep sebagai berikut :

1.    Konsep Kesatuan Akuntansi (Bussines Entity Concept).

Konsep ini mengandung pengertian untuk memisahkan harta perusahaan dan harta pemilik perusahaan.

2.    Konsep Periode Akuntansi (Periodicity)

Kegiatan perusahaan dapat dibagi dalam beberapa periode, sehingga perkembangan usaha juga dapat dicatat secara periodic.

3.    Konsep Kontinuitas Usaha (Going Concern)

Suatu perusahaan diasumsikan akan terus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan kecuali ada bukti-bukti sebaliknya.

4.    Konsep Pengukuran Dalam Nilai Uang (Unit of Measure)

Transaksi dan kejadian akuntansi dicatat dalam satuan uang 

5.    Konsep Biaya Historis (Historical Cost Concept)

Kita dapat menyatakan harta dicatat dan dilaporkan sesudahnya untuk harga akuisisi atau biaya historis, meski ukuran lain seperti nilai taksiran atau nilai pasar, harus digunakan untuk pelaporan periode berkala.






Arti Prisip Akuntansi Yang Berlaku Umum,



Prinsip akuntansi berlaku umum (PABU) adalah aturan umum yang spesifik dan dinamis yang harus dipatuhi dan diikuti oleh penyusun laporan keuangan. PABU memberikan pedoman tentang akuntansi, yaitu:

a.    Konsep unit pengukuran

Data ekonomi dicatat dalam satuan mata uang

b.    Konsep objektivitas

Catatan dan laporan keuangan didasarkan pada bukti objektif/nyata.

c.     Konsep entitas

Aktivitas usaha dicatat secara terpisah dari aktivitas pihak yang berkepentingan.

d.    Konsep biaya

Dasar untuk mencatat harga pertukaran/harga perolehan dan biaya akuisisi dalam catatan akuntansi.





Asumsi-Asumsi Dasar



dalam akuntansi dikenal asumsi-asumsi dasar yang memberikan landasan bagi proses akuntansi. Asumsi-asumsi tersebut menunjukan kejadian-kejadian apa yang akan diperhitungkan dan dengan cara seperti apa.

a.    dasar akrual

untuk mencapai tujuan akuntansi dilaksanakan atas dasar akrual. Dengan dasar ini pengaruh transaksi atau peristiwa lain diakui pada saat kejadian (bukan pada saat kas atau setara kas diterima/dibayar), dan dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam periode yang bersangkutan.

b.    Satuan moneter

Tidak semua aktivitas ekonomi harus dicatat.Akuntansi hanya mencatat kegiatan-kegiatan usaha yang dapat diukur dalam istilah-istilah moneter.Asumsi satuan moneter mensyaratkan bahwa hanya data transaksi yang dapat dinyatakan dalam uang saja yang boleh dimasukkan dalam catatan-catatan akuntansi.Karena uang merupakan media pertukaran yang sering dipakai, asumsi ini memungkinkan akuntansi mengukur kejadian ekonomi.

c.     Entitas ekonomi

Menurut asumsi ini laporan-laporan yang dihasilkan proses akuntansi disusun untuk suatu entitas ekonomi. Akuntansi membuahkan informasi tentang transaksi-transaksi yang dilakukan oleh entitas ekonomi tersebut dan kejadian-kejadian yang terjadi pada mereka.Asumsi entitas ekonomi menyatakan bahwa kejadian-kejadian ekonomi dapat diidentifikasi dengan suatu satuan pertanggungjawaban tertentu.Asumsi ini mensyaratkan bahwa aktivitas entitas terpisah dan berbeda dari aktivitas pemiliknya, dan semua entitas ekonomi lainnya.Asumsi ini harus selalu diikuti agar informasi akuntansi bisa berguna untuk keputusan-keputusan kredit dan investasi yang rasional.

d.    Periode waktu atau periodisitas

Asumsi ini bermakna bahwa kegiatan ekonomi dari suatu entitas ekonomi bagi ke dalam berbagai periode waktu unutk tujuan pelaporan keuangan.Laporan keuangan perlu disajikan kedalam jangka waktu yang teratur karena pembaca laporan membutuhknannya untuk menganalisis kinerja perusahaan.

e.    Kelangsungan usaha (going concern)

Konsep ini menyiratkan bahwa keputusan akan beroperasi secara terus menerus. Karenanya, perusahaan diasumsikan tidak bermaksud melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya.





Pihak Pengguna Akuntansi



Akuntasi dibuat untuk memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak tertentu. Berikut terdapat 2 klasifikasi pihak, yaitu

1.    pihak internal, pihak-pihak yang menggunakan informasi akuntansi di dalam perusahaan. Contoh: direktur, karyawan, dan lain-lain

2.    pihak eksternal, pihak-pihak yang menggunakan informasi akuntansi di luar perusahaan. Contoh: pemerintah, masyarakat





Manfaat Akuntansi



1.    Menentukan perencanaan dan pengendalian rutin dalam jangka waktu pendek.

2.    Sebagai sumber membuat keputusan keuangan bagi pihak internal

3.    Mengetahui kondisi dan status keuangan suatu perusahaan serta bagaimana kemungkinannya pada masa mendatang bagi pemilik maupun ihak-pihak yang ingin memiliki perusahaan tersebut.

4.    Berita finansial guna menetapkan risiko yang berkaitan dengan pinjaman atau kredit yang diberikan bagi bank atau kreditur.

5.    Dasar penentuan pajak dan peraturan-peraturan bagi instansi pemerintah.

6.    Gambaran kemampuan dan tingkat laba perusahaan bagi para pekerja dan wakil serikat buruh yang bersangkutan.





Bidang Khusus Akuntansi



a.    Pemeriksaan Keuangan (Auditing & investigation)

Auditing & investigaton khusus membicarakan general accounting auditing yang biasanya dikerjakan oleh akuntan public.Tugasnya mengadakan pemeriksaan terhadap catatan-catatan, laporan dan akhirnya mengeluarkan suatu pernyataan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan serta dapat memberikan laporan berisi nasihat yang berguna bagi manajer.

b.    Akuntansi biaya (Cost accounting)

Bidang yang menekankan akuntansi untuk menghitung biaya terutama biaya-biaya produksi dan proses pembuatannya daripada akuntansi untuk perusahaan. Fungsi pentingnya adalah mengumpulkan dan menginterprestasikan data biaya, membuat analisa antara data yang sebenarnya (actual) dan taksiran.

c.     Akuntansi manajemen (management accounting)

            Petugas yang menganalisa mengenai sejarah dan mekontinue, bekerja merencakan operasi perusahaan untuk waktu mendatang.

d.    Akuntansi perpajakan (Tax accounting)

            Bertalian dengan masalah mempersiapkan pengembalian pajak dan pertimbangkan pertanggungjawabkan pajak serta mengumpulkan transaksi perusahaan/mencari alternative pelaksanaan yang terbaik.

e.    Akuntansi system (system Accounting)

                        Berhubungan dengan penciptaan prosedur akuntansi dan peralatan serta menentukan langkah-langkah untuk mengumpulkan dan melaporkan mengenai data keuangan.

f.     Akuntansi anggaran (budgetary accounting)

perkiraan serta ringkasannya.

g.    Akuntansi pemerintahan (governmental accounting)

            Memberikan informasi keuangan yang berguna dipandang dari aspek perusahaan dari pihak public administration serta membantu mengadakan pengendalian pengeluaran dari dana masyarakat sesuai dengan naskah hokum (peraturan).

h.    Akuntasi kemasyarakatan (social accounting)

            Mengukur biaya hidup dan keuntungan yang dapat dipertimbangkan dari saat sekarang.





Profesi Akuntansi



1.    Akuntansi public

Akuntansi public atau juga disebut akuntan eksternal adalah akuntan idependen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Bekerja dengan bebas dan umumnya mendirika suatu kantor akuntan sendiri.

2.    Akuntan intern

Akuntan yang bekerja di dalam suatu organisasi atau perusahaan.

3.    Akuntan pemerintahan

Akuntan yang bekerja di dalam lembaga pemerintahan.

4.    Akuntan pendidik

            Akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi.Menyusun dan mengajar kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.





Bentuk Usaha



1.    BUMN

a.    Perusahaan jawatan

b.    Perusahaan umum

c.     Perusahaan perseroan

2.    BUMS

a.    PT

b.    CV

c.     Perorangan

d.    Yayasan

e.    Firma

3.    Koperasi





International Financial Reporting International (IFRS)



            IFRS atau dalam bahasa Indonesia dsebut sebagai standar dasar internasional adalah aturan umum secara internasional yang harus diikuti dan dipatuhi oleh penyusun laporan keuangan.



Kendala IFRS jika diadopsi ke system akuntansi di Indonesia

1.    Dewan standar akuntansi yang kekurangan sumber daya

2.    IFRS berganti terlalu cepat

3.    Kendala bahasa

4.    Infrastruktur profesi akuntansi belum siap

5.    Metode akuntansi yang masih harus dipelajari oleh para akuntan



Manfaat IFRS

1.    Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan pengguna secara internasional

2.    Meningkatkan arus global investasi melalui transparansi

3.    Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund rising melalui pasar modal secara global

4.    Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan

5.    Meningkatkan kualitas laporan keuangan