Rabu, 15 Oktober 2014

Pengantar Akuntansi, Pengenalan Akuntansi



Sejarah Akuntansi

     

Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan dunia usaha.Pada abad ke-14, para pedagang dari Genoa mulai mengadakan pencatatan secara sederhana. Dengan terbitnya buku berjudul Summa de Arithmatica, Pro Portioni et Propotionalita, yang disusun oleh Luca Pacioli pada tahun 1949, pembukuan mulai dilakukan secara sistematis dengan menggnakan system berpasangan.

      System pembukuan berpasangan ini berkembang di Eropa khususnya di Belanda yang telah dikenal dengan system continental. Kemudian pada abad ke-19, teori dan praktik pembukuan berpasangan dikembangkan di Amerika Serikat menjadi Akuntansi (Accounting). Sistem akuntansi yang berkembang di Amerika Seikat ini dikenal sebagai Anglo-Saxon.

      Di Indonesia, perkembangan akuntansi mulai tampak setelah undang-undang mengenai tanam paksa dihaouskan pada tahun 1870 sehingga kaum pengusaha swasta Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Akuntansi juga dipakai saat itu adalah system continental sehingga kebutuhan dunia usaha terhadap akuntan di Indonesia.

      Pada saat Belanda meninggalkan Indonesia dan diganti oleh Jepang, tenaga-tenaga akuntansi mengalami kekosongan.Atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kursus-kursus akuntansi yang merupakan cikal bakal tenaga akuntan di Indonesia.

      Setelah Indonesia merdeka dan mendapat pengakuan dari Belanda, mulailah putra putra Indonesia dikirim ke luar negeri (Amerika Serikat) untuk memperdalam ilmu akuntansi. Pada tahun 1952 dibuka jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang kemudian diikuti oleh perguruan tinggi negeri yang lain. Mulai tahun 1952 itulah akuntansi system continental bergeser ke system Anglo-Saxon.

      Untuk mengembangkan akuntansi, pada tahun 1957 berdiri organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).Namun, baru tahun 1967 saat dibukanya penanaman modal asing, akuntansi di Indonesia berkembang pesat.Jasa besar IAI adalah menyusun Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1996 sebagai dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan di Indonesia.





Pengertian Akuntansi



Pada perkembangannya, akuntansi didefinisikan dengan mengacu kepada konsep informasi. Akuntasi adalah proses pengindentifikasi, pencatatan, dan pengkomunikasian informasi ekonomi suatu organisasi(perusahaan ataupun bukan perusahaan) kepada pemakai informasi yang berkepentingan.



      Akuntansi adalah aktivitas jasa.Fungsinya menyediakan informasi kuantitatif yang bersifat keuangan yang dirancang untuk menghimpun, mengukur, dan mengkomunikasian informasi keuangan kepada beragam pengambil keputusan, seperti kreditor, investor, dan manajer.Akuntasi melibatkan sistem konsep dan prosedur yang mengorganisasikan, dan meringkas kegiatan-kegiatan ekonomi perusahaan.



      Definisi akuntansi juga bisa disimpulkan sebagai kegiatan pencatatan, penggolongan/pengklasifikasian, pengikhtisaran, pelaporan, dan penyajian data keuangan suatu organisasi atau perusahaan.





Perbedaan Akuntansi dan Pembukuan



Pembukuan adalah aktivitas pencatatan data perusahaan dengan suatu cara tertentu sedangkan akuntansi meliputi pencatatan dengan perencanaan system pencatatan menyusun laporan atas dasar data yang telah dicatat dan selanjutnya membuat analisis atas laporan-laporan yang telah dibuat.

      Maka kesimpulannya, akuntansi lebih luas dari pembukuan merupakan suatu bagian saja dari proses akuntansi.





Pemakai Informasi Akuntansi



Pemakai informasi akuntansi dibagi menjadi 2 klasifikasi utama, yaitu:

1.    pemakai internal, berasal dari dalam organisasi yang membutuhkan informasi untuk membantu dalam perencanaan dan mengontrol operasi usaha dan mengelola sumber usaha. Contoh: direksi, manajer, dan staf internal dari perusahaan yang bersangkutan.

2.    pemakai eksternal, berasal dari luar organisasi yang membuat keputusan-keputusan menyangkut hubungan dengan usahanya. Pemakai ekternal ini biasanya terdiri atas beberapa pihak antara lain pemilik perusahaan, investor, kreditor, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat.





Konsep Dasar Akuntansi



Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, pencatatan transaksi akuntansi dan

penyusunan  laporan keuangan didasari oleh konsep-konsep sebagai berikut :

1.    Konsep Kesatuan Akuntansi (Bussines Entity Concept).

Konsep ini mengandung pengertian untuk memisahkan harta perusahaan dan harta pemilik perusahaan.

2.    Konsep Periode Akuntansi (Periodicity)

Kegiatan perusahaan dapat dibagi dalam beberapa periode, sehingga perkembangan usaha juga dapat dicatat secara periodic.

3.    Konsep Kontinuitas Usaha (Going Concern)

Suatu perusahaan diasumsikan akan terus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan kecuali ada bukti-bukti sebaliknya.

4.    Konsep Pengukuran Dalam Nilai Uang (Unit of Measure)

Transaksi dan kejadian akuntansi dicatat dalam satuan uang 

5.    Konsep Biaya Historis (Historical Cost Concept)

Kita dapat menyatakan harta dicatat dan dilaporkan sesudahnya untuk harga akuisisi atau biaya historis, meski ukuran lain seperti nilai taksiran atau nilai pasar, harus digunakan untuk pelaporan periode berkala.






Arti Prisip Akuntansi Yang Berlaku Umum,



Prinsip akuntansi berlaku umum (PABU) adalah aturan umum yang spesifik dan dinamis yang harus dipatuhi dan diikuti oleh penyusun laporan keuangan. PABU memberikan pedoman tentang akuntansi, yaitu:

a.    Konsep unit pengukuran

Data ekonomi dicatat dalam satuan mata uang

b.    Konsep objektivitas

Catatan dan laporan keuangan didasarkan pada bukti objektif/nyata.

c.     Konsep entitas

Aktivitas usaha dicatat secara terpisah dari aktivitas pihak yang berkepentingan.

d.    Konsep biaya

Dasar untuk mencatat harga pertukaran/harga perolehan dan biaya akuisisi dalam catatan akuntansi.





Asumsi-Asumsi Dasar



dalam akuntansi dikenal asumsi-asumsi dasar yang memberikan landasan bagi proses akuntansi. Asumsi-asumsi tersebut menunjukan kejadian-kejadian apa yang akan diperhitungkan dan dengan cara seperti apa.

a.    dasar akrual

untuk mencapai tujuan akuntansi dilaksanakan atas dasar akrual. Dengan dasar ini pengaruh transaksi atau peristiwa lain diakui pada saat kejadian (bukan pada saat kas atau setara kas diterima/dibayar), dan dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam periode yang bersangkutan.

b.    Satuan moneter

Tidak semua aktivitas ekonomi harus dicatat.Akuntansi hanya mencatat kegiatan-kegiatan usaha yang dapat diukur dalam istilah-istilah moneter.Asumsi satuan moneter mensyaratkan bahwa hanya data transaksi yang dapat dinyatakan dalam uang saja yang boleh dimasukkan dalam catatan-catatan akuntansi.Karena uang merupakan media pertukaran yang sering dipakai, asumsi ini memungkinkan akuntansi mengukur kejadian ekonomi.

c.     Entitas ekonomi

Menurut asumsi ini laporan-laporan yang dihasilkan proses akuntansi disusun untuk suatu entitas ekonomi. Akuntansi membuahkan informasi tentang transaksi-transaksi yang dilakukan oleh entitas ekonomi tersebut dan kejadian-kejadian yang terjadi pada mereka.Asumsi entitas ekonomi menyatakan bahwa kejadian-kejadian ekonomi dapat diidentifikasi dengan suatu satuan pertanggungjawaban tertentu.Asumsi ini mensyaratkan bahwa aktivitas entitas terpisah dan berbeda dari aktivitas pemiliknya, dan semua entitas ekonomi lainnya.Asumsi ini harus selalu diikuti agar informasi akuntansi bisa berguna untuk keputusan-keputusan kredit dan investasi yang rasional.

d.    Periode waktu atau periodisitas

Asumsi ini bermakna bahwa kegiatan ekonomi dari suatu entitas ekonomi bagi ke dalam berbagai periode waktu unutk tujuan pelaporan keuangan.Laporan keuangan perlu disajikan kedalam jangka waktu yang teratur karena pembaca laporan membutuhknannya untuk menganalisis kinerja perusahaan.

e.    Kelangsungan usaha (going concern)

Konsep ini menyiratkan bahwa keputusan akan beroperasi secara terus menerus. Karenanya, perusahaan diasumsikan tidak bermaksud melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya.





Pihak Pengguna Akuntansi



Akuntasi dibuat untuk memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak tertentu. Berikut terdapat 2 klasifikasi pihak, yaitu

1.    pihak internal, pihak-pihak yang menggunakan informasi akuntansi di dalam perusahaan. Contoh: direktur, karyawan, dan lain-lain

2.    pihak eksternal, pihak-pihak yang menggunakan informasi akuntansi di luar perusahaan. Contoh: pemerintah, masyarakat





Manfaat Akuntansi



1.    Menentukan perencanaan dan pengendalian rutin dalam jangka waktu pendek.

2.    Sebagai sumber membuat keputusan keuangan bagi pihak internal

3.    Mengetahui kondisi dan status keuangan suatu perusahaan serta bagaimana kemungkinannya pada masa mendatang bagi pemilik maupun ihak-pihak yang ingin memiliki perusahaan tersebut.

4.    Berita finansial guna menetapkan risiko yang berkaitan dengan pinjaman atau kredit yang diberikan bagi bank atau kreditur.

5.    Dasar penentuan pajak dan peraturan-peraturan bagi instansi pemerintah.

6.    Gambaran kemampuan dan tingkat laba perusahaan bagi para pekerja dan wakil serikat buruh yang bersangkutan.





Bidang Khusus Akuntansi



a.    Pemeriksaan Keuangan (Auditing & investigation)

Auditing & investigaton khusus membicarakan general accounting auditing yang biasanya dikerjakan oleh akuntan public.Tugasnya mengadakan pemeriksaan terhadap catatan-catatan, laporan dan akhirnya mengeluarkan suatu pernyataan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan serta dapat memberikan laporan berisi nasihat yang berguna bagi manajer.

b.    Akuntansi biaya (Cost accounting)

Bidang yang menekankan akuntansi untuk menghitung biaya terutama biaya-biaya produksi dan proses pembuatannya daripada akuntansi untuk perusahaan. Fungsi pentingnya adalah mengumpulkan dan menginterprestasikan data biaya, membuat analisa antara data yang sebenarnya (actual) dan taksiran.

c.     Akuntansi manajemen (management accounting)

            Petugas yang menganalisa mengenai sejarah dan mekontinue, bekerja merencakan operasi perusahaan untuk waktu mendatang.

d.    Akuntansi perpajakan (Tax accounting)

            Bertalian dengan masalah mempersiapkan pengembalian pajak dan pertimbangkan pertanggungjawabkan pajak serta mengumpulkan transaksi perusahaan/mencari alternative pelaksanaan yang terbaik.

e.    Akuntansi system (system Accounting)

                        Berhubungan dengan penciptaan prosedur akuntansi dan peralatan serta menentukan langkah-langkah untuk mengumpulkan dan melaporkan mengenai data keuangan.

f.     Akuntansi anggaran (budgetary accounting)

perkiraan serta ringkasannya.

g.    Akuntansi pemerintahan (governmental accounting)

            Memberikan informasi keuangan yang berguna dipandang dari aspek perusahaan dari pihak public administration serta membantu mengadakan pengendalian pengeluaran dari dana masyarakat sesuai dengan naskah hokum (peraturan).

h.    Akuntasi kemasyarakatan (social accounting)

            Mengukur biaya hidup dan keuntungan yang dapat dipertimbangkan dari saat sekarang.





Profesi Akuntansi



1.    Akuntansi public

Akuntansi public atau juga disebut akuntan eksternal adalah akuntan idependen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Bekerja dengan bebas dan umumnya mendirika suatu kantor akuntan sendiri.

2.    Akuntan intern

Akuntan yang bekerja di dalam suatu organisasi atau perusahaan.

3.    Akuntan pemerintahan

Akuntan yang bekerja di dalam lembaga pemerintahan.

4.    Akuntan pendidik

            Akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi.Menyusun dan mengajar kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.





Bentuk Usaha



1.    BUMN

a.    Perusahaan jawatan

b.    Perusahaan umum

c.     Perusahaan perseroan

2.    BUMS

a.    PT

b.    CV

c.     Perorangan

d.    Yayasan

e.    Firma

3.    Koperasi





International Financial Reporting International (IFRS)



            IFRS atau dalam bahasa Indonesia dsebut sebagai standar dasar internasional adalah aturan umum secara internasional yang harus diikuti dan dipatuhi oleh penyusun laporan keuangan.



Kendala IFRS jika diadopsi ke system akuntansi di Indonesia

1.    Dewan standar akuntansi yang kekurangan sumber daya

2.    IFRS berganti terlalu cepat

3.    Kendala bahasa

4.    Infrastruktur profesi akuntansi belum siap

5.    Metode akuntansi yang masih harus dipelajari oleh para akuntan



Manfaat IFRS

1.    Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan pengguna secara internasional

2.    Meningkatkan arus global investasi melalui transparansi

3.    Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund rising melalui pasar modal secara global

4.    Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan

5.    Meningkatkan kualitas laporan keuangan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar