Sejarah Akuntansi
Perkembangan
akuntansi sejalan dengan perkembangan dunia usaha.Pada abad ke-14, para
pedagang dari Genoa mulai mengadakan pencatatan secara sederhana. Dengan
terbitnya buku berjudul Summa de
Arithmatica, Pro Portioni et Propotionalita, yang disusun oleh Luca Pacioli
pada tahun 1949, pembukuan mulai dilakukan secara sistematis dengan menggnakan
system berpasangan.
System pembukuan berpasangan ini
berkembang di Eropa khususnya di Belanda yang telah dikenal dengan system continental. Kemudian pada abad ke-19,
teori dan praktik pembukuan berpasangan dikembangkan di Amerika Serikat menjadi
Akuntansi (Accounting). Sistem akuntansi yang berkembang di Amerika Seikat ini
dikenal sebagai Anglo-Saxon.
Di Indonesia, perkembangan akuntansi mulai
tampak setelah undang-undang mengenai tanam paksa dihaouskan pada tahun 1870
sehingga kaum pengusaha swasta Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk
menanamkan modalnya. Akuntansi juga dipakai saat itu adalah system continental
sehingga kebutuhan dunia usaha terhadap akuntan di Indonesia.
Pada saat Belanda meninggalkan Indonesia
dan diganti oleh Jepang, tenaga-tenaga akuntansi mengalami kekosongan.Atas
prakarsa Mr. Slamet, didirikan kursus-kursus akuntansi yang merupakan cikal
bakal tenaga akuntan di Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka dan mendapat
pengakuan dari Belanda, mulailah putra putra Indonesia dikirim ke luar negeri
(Amerika Serikat) untuk memperdalam ilmu akuntansi. Pada tahun 1952 dibuka jurusan
akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang kemudian diikuti oleh
perguruan tinggi negeri yang lain. Mulai tahun 1952 itulah akuntansi system
continental bergeser ke system Anglo-Saxon.
Untuk mengembangkan akuntansi, pada tahun
1957 berdiri organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).Namun, baru tahun 1967
saat dibukanya penanaman modal asing, akuntansi di Indonesia berkembang
pesat.Jasa besar IAI adalah menyusun Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1996
sebagai dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan di Indonesia.
Pengertian Akuntansi
Pada
perkembangannya, akuntansi didefinisikan dengan mengacu kepada konsep
informasi. Akuntasi adalah proses pengindentifikasi, pencatatan, dan
pengkomunikasian informasi ekonomi suatu organisasi(perusahaan ataupun bukan
perusahaan) kepada pemakai informasi yang berkepentingan.
Akuntansi
adalah aktivitas jasa.Fungsinya menyediakan informasi kuantitatif yang bersifat
keuangan yang dirancang untuk menghimpun, mengukur, dan mengkomunikasian
informasi keuangan kepada beragam pengambil keputusan, seperti kreditor,
investor, dan manajer.Akuntasi melibatkan sistem konsep dan prosedur yang
mengorganisasikan, dan meringkas kegiatan-kegiatan ekonomi perusahaan.
Definisi
akuntansi juga bisa disimpulkan sebagai kegiatan pencatatan,
penggolongan/pengklasifikasian, pengikhtisaran, pelaporan, dan penyajian data
keuangan suatu organisasi atau perusahaan.
Perbedaan Akuntansi dan Pembukuan
Pembukuan adalah aktivitas pencatatan data perusahaan dengan suatu
cara tertentu sedangkan akuntansi meliputi pencatatan dengan perencanaan system
pencatatan menyusun laporan atas dasar data yang telah dicatat dan selanjutnya
membuat analisis atas laporan-laporan yang telah dibuat.
Maka kesimpulannya, akuntansi lebih luas
dari pembukuan merupakan suatu bagian saja dari proses akuntansi.
Pemakai Informasi Akuntansi
Pemakai informasi akuntansi dibagi
menjadi 2 klasifikasi utama, yaitu:
1. pemakai internal, berasal dari dalam organisasi yang membutuhkan
informasi untuk membantu dalam perencanaan dan mengontrol operasi usaha dan
mengelola sumber usaha. Contoh: direksi, manajer, dan staf internal dari
perusahaan yang bersangkutan.
2. pemakai eksternal, berasal dari luar organisasi yang membuat
keputusan-keputusan menyangkut hubungan dengan usahanya. Pemakai ekternal ini
biasanya terdiri atas beberapa pihak antara lain pemilik perusahaan, investor,
kreditor, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat.
Konsep
Dasar Akuntansi
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, pencatatan
transaksi akuntansi dan
penyusunan
laporan keuangan didasari oleh konsep-konsep sebagai berikut :
1.
Konsep Kesatuan Akuntansi (Bussines Entity Concept).
Konsep ini mengandung pengertian untuk
memisahkan harta perusahaan dan harta pemilik perusahaan.
2.
Konsep Periode Akuntansi (Periodicity)
Kegiatan perusahaan dapat dibagi dalam beberapa
periode, sehingga perkembangan usaha juga dapat dicatat secara periodic.
3.
Konsep Kontinuitas Usaha (Going Concern)
Suatu perusahaan diasumsikan akan terus
melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan kecuali ada bukti-bukti
sebaliknya.
4.
Konsep Pengukuran Dalam Nilai Uang (Unit of Measure)
Transaksi dan kejadian akuntansi dicatat dalam
satuan uang
5.
Konsep Biaya Historis (Historical Cost Concept)
Kita dapat menyatakan harta dicatat dan dilaporkan sesudahnya
untuk harga akuisisi atau biaya historis, meski ukuran lain seperti nilai
taksiran atau nilai pasar, harus digunakan untuk pelaporan periode berkala.
Arti Prisip Akuntansi Yang Berlaku
Umum,
Prinsip akuntansi berlaku umum (PABU)
adalah aturan umum yang spesifik dan dinamis yang harus dipatuhi dan diikuti
oleh penyusun laporan keuangan. PABU memberikan pedoman tentang akuntansi,
yaitu:
a. Konsep unit pengukuran
Data ekonomi dicatat dalam satuan mata uang
b. Konsep objektivitas
Catatan dan laporan keuangan didasarkan pada
bukti objektif/nyata.
c. Konsep entitas
Aktivitas usaha dicatat secara terpisah dari
aktivitas pihak yang berkepentingan.
d. Konsep biaya
Dasar untuk mencatat harga pertukaran/harga
perolehan dan biaya akuisisi dalam catatan akuntansi.
Asumsi-Asumsi Dasar
dalam akuntansi dikenal asumsi-asumsi
dasar yang memberikan landasan bagi proses akuntansi. Asumsi-asumsi tersebut
menunjukan kejadian-kejadian apa yang akan diperhitungkan dan dengan cara
seperti apa.
a.
dasar akrual
untuk mencapai tujuan akuntansi dilaksanakan
atas dasar akrual. Dengan dasar ini
pengaruh transaksi atau peristiwa lain diakui pada saat kejadian (bukan pada
saat kas atau setara kas diterima/dibayar), dan dicatat dalam catatan akuntansi
dan dilaporkan dalam periode yang bersangkutan.
b. Satuan moneter
Tidak semua aktivitas ekonomi harus
dicatat.Akuntansi hanya mencatat kegiatan-kegiatan usaha yang dapat diukur
dalam istilah-istilah moneter.Asumsi satuan moneter mensyaratkan bahwa hanya
data transaksi yang dapat dinyatakan dalam uang saja yang boleh dimasukkan
dalam catatan-catatan akuntansi.Karena uang merupakan media pertukaran yang
sering dipakai, asumsi ini memungkinkan akuntansi mengukur kejadian ekonomi.
c. Entitas ekonomi
Menurut asumsi ini laporan-laporan yang
dihasilkan proses akuntansi disusun untuk suatu entitas ekonomi. Akuntansi
membuahkan informasi tentang transaksi-transaksi yang dilakukan oleh entitas
ekonomi tersebut dan kejadian-kejadian yang terjadi pada mereka.Asumsi entitas
ekonomi menyatakan bahwa kejadian-kejadian ekonomi dapat diidentifikasi dengan
suatu satuan pertanggungjawaban tertentu.Asumsi ini mensyaratkan bahwa
aktivitas entitas terpisah dan berbeda dari aktivitas pemiliknya, dan semua
entitas ekonomi lainnya.Asumsi ini harus selalu diikuti agar informasi
akuntansi bisa berguna untuk keputusan-keputusan kredit dan investasi yang
rasional.
d. Periode waktu atau periodisitas
Asumsi ini bermakna bahwa kegiatan ekonomi
dari suatu entitas ekonomi bagi ke dalam berbagai periode waktu unutk tujuan
pelaporan keuangan.Laporan keuangan perlu disajikan kedalam jangka waktu yang
teratur karena pembaca laporan membutuhknannya untuk menganalisis kinerja
perusahaan.
e. Kelangsungan usaha (going concern)
Konsep ini menyiratkan bahwa keputusan akan
beroperasi secara terus menerus. Karenanya, perusahaan diasumsikan tidak
bermaksud melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya.
Pihak Pengguna Akuntansi
Akuntasi dibuat untuk memberikan
informasi keuangan kepada pihak-pihak tertentu. Berikut terdapat 2 klasifikasi
pihak, yaitu
1. pihak internal, pihak-pihak yang menggunakan informasi akuntansi di dalam perusahaan.
Contoh: direktur, karyawan, dan lain-lain
2. pihak eksternal, pihak-pihak yang menggunakan informasi akuntansi di luar
perusahaan. Contoh: pemerintah, masyarakat
Manfaat Akuntansi
1.
Menentukan perencanaan dan pengendalian rutin dalam jangka waktu pendek.
2.
Sebagai sumber membuat keputusan keuangan bagi pihak internal
3.
Mengetahui kondisi dan status keuangan suatu perusahaan serta bagaimana
kemungkinannya pada masa mendatang bagi pemilik maupun ihak-pihak yang ingin
memiliki perusahaan tersebut.
4.
Berita finansial guna menetapkan risiko yang berkaitan dengan pinjaman atau
kredit yang diberikan bagi bank atau kreditur.
5.
Dasar penentuan pajak dan peraturan-peraturan bagi instansi pemerintah.
6.
Gambaran kemampuan dan tingkat laba perusahaan bagi para pekerja dan wakil
serikat buruh yang bersangkutan.
Bidang Khusus Akuntansi
a. Pemeriksaan Keuangan (Auditing
& investigation)
Auditing & investigaton khusus membicarakan general accounting
auditing yang biasanya dikerjakan oleh akuntan public.Tugasnya mengadakan pemeriksaan
terhadap catatan-catatan, laporan dan akhirnya mengeluarkan suatu pernyataan
pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan serta dapat memberikan laporan
berisi nasihat yang berguna bagi manajer.
b. Akuntansi biaya (Cost
accounting)
Bidang yang menekankan akuntansi untuk menghitung biaya terutama
biaya-biaya produksi dan proses pembuatannya daripada akuntansi untuk
perusahaan. Fungsi pentingnya adalah mengumpulkan dan menginterprestasikan data
biaya, membuat analisa antara data yang sebenarnya (actual) dan taksiran.
c. Akuntansi manajemen (management
accounting)
Petugas yang
menganalisa mengenai sejarah dan mekontinue, bekerja merencakan operasi
perusahaan untuk waktu mendatang.
d. Akuntansi perpajakan (Tax
accounting)
Bertalian
dengan masalah mempersiapkan pengembalian pajak dan pertimbangkan
pertanggungjawabkan pajak serta mengumpulkan transaksi perusahaan/mencari
alternative pelaksanaan yang terbaik.
e. Akuntansi system (system
Accounting)
Berhubungan
dengan penciptaan prosedur akuntansi dan peralatan serta menentukan
langkah-langkah untuk mengumpulkan dan melaporkan mengenai data keuangan.
f. Akuntansi anggaran (budgetary
accounting)
perkiraan serta ringkasannya.
g. Akuntansi pemerintahan (governmental
accounting)
Memberikan
informasi keuangan yang berguna dipandang dari aspek perusahaan dari pihak
public administration serta membantu mengadakan pengendalian pengeluaran dari
dana masyarakat sesuai dengan naskah hokum (peraturan).
h. Akuntasi kemasyarakatan (social
accounting)
Mengukur
biaya hidup dan keuntungan yang dapat dipertimbangkan dari saat sekarang.
Profesi Akuntansi
1. Akuntansi public
Akuntansi public atau juga disebut akuntan eksternal adalah
akuntan idependen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu.
Bekerja dengan bebas dan umumnya mendirika suatu kantor akuntan sendiri.
2. Akuntan intern
Akuntan yang bekerja di dalam suatu organisasi
atau perusahaan.
3. Akuntan pemerintahan
Akuntan yang
bekerja di dalam lembaga pemerintahan.
4. Akuntan pendidik
Akuntan yang
bertugas dalam pendidikan akuntansi melakukan penelitian dan pengembangan
akuntansi.Menyusun dan mengajar kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan
tinggi.
Bentuk Usaha
1.
BUMN
a. Perusahaan jawatan
b. Perusahaan umum
c. Perusahaan perseroan
2.
BUMS
a. PT
b. CV
c. Perorangan
d. Yayasan
e. Firma
3.
Koperasi
International Financial Reporting
International (IFRS)
IFRS atau dalam
bahasa Indonesia dsebut sebagai standar dasar internasional adalah aturan umum
secara internasional yang harus diikuti dan dipatuhi oleh penyusun laporan
keuangan.
Kendala IFRS jika diadopsi ke system akuntansi
di Indonesia
1.
Dewan standar akuntansi yang
kekurangan sumber daya
2.
IFRS berganti terlalu cepat
3.
Kendala bahasa
4.
Infrastruktur profesi akuntansi belum
siap
5.
Metode akuntansi yang masih harus dipelajari
oleh para akuntan
Manfaat IFRS
1.
Memudahkan pemahaman atas laporan
keuangan dengan pengguna secara internasional
2.
Meningkatkan arus global investasi
melalui transparansi
3.
Menurunkan biaya modal dengan membuka
peluang fund rising melalui pasar
modal secara global
4.
Menciptakan efisiensi penyusunan
laporan keuangan
5.
Meningkatkan kualitas laporan keuangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar