Kamis, 16 April 2015

Tugas 3


     1.     Definisi




Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.

Jenis Jenis Inflasi
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100%

Berdasarkan tingkat keparahan atau laju inflasi
1)      Inflasi Ringan (Creeping Inflation)
Inflasi yang tingkatannya masih di bawah 10% setahun
2)      nflasi Sedang
Inflasi yang tingkatannya berada diantara 10% - 30% setahun
3)         Inflasi Berat
Inflasi yang tingkatannya berada diantara 30% - 100% setahun
4)         Hiper Inflasi
Inflasi yang tingkat keparahannya berada di atas 100% setahun. Hal ini pernah dialami Indonesia pada masa orde lama.


Berdasarkan kepada sumber atau penyebab kenaikan harga-harga yang berlaku
1)      Inflasi tarikan Permintaan, inflasi ini biasanya terjadi pada masa perekonomian berkembang dengan pesat. Kesempatan kerja yang tinggi menciptakan tingkat pendapatan yang tinggi dan selanjutnya menimbulkan pengeluaran yang melebihi kemampuan ekonomi mengeluarkan barang dan jasa.
2)      Inflasi Desakan Biaya, inflasi ini berlaku dalam masa perekonomian berkembang dengan pesat ketika tingkat pengangguran sangat rendah. Apabila perusahaan menghadapi permintaan yang bertambah, mereka akan berusaha menaikan produksi dengan cara memberikan gaji dan upah yang lebih tinggi kepada pekerjanya dan mencari pekerja baru dengan tawaran yang lebih tinggi ini. Langkah ini mengakibatkan biaya produksi yang meningkat, yang akhirnya akan menyebabkan kenaikan harga-harga berbagai barang (inflasi).
3)      Inflasi Diimpor, inflasi dapat juga bersumber dari kenaikan harga barang-barang yang diimpor. Inflasi ini akan wujud apabila barang-barang impor mengalami kenaikan harga yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan pengeluran perusahaan-peruasahaan.

Berdasarkan persentasi atau nominal digit inflasinya
1)        Moderate Low Inflation (inflasi 1 digit) misalnya 1% s.d 9%, biasanya orang masih percaya dan memiliki daya beli dan juga nilai mata uang masih berharga.
2)        Galloping Inflation (inflasi dua digit) misalnya 10% s.d 99%, dimana orang mulai ragu, daya beli menurun, nilai mata uang menjadi semakin menurun.
3)        Hyper Inflation (inflasi tinggi diatas 100%) adalah proses kenaikan harga-harga yang sangat cepat, yang menyebabkan tingkat harga menjadi dua atau beberapa kali lipat dalam jangka waktu yang singkat, keadaan seperti ini orang-orang sudah tidak percaya pada mata uang. Dimana nilai nominal uang jadi tidak berharga jika situasi ini terjadi maka pemerintah melakukan Senering yaitu pemotongan nilai uang.


Contoh
Masalah inflasi yang pokok di Indonesia antara lain:
1)      kenaikan haga bakar minyak (BBM)
        Di Indonesia, seringkali terjadi kenaikan harga BBm dari waktu ke waktu. Kenaikan harga BBM juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan dari masyrakat (konsumen) dan rendahnya persediaan BBM tersebut.Selain itu, kenaikan harga BBM dipicu oleh naiknya harga minya dunia. Tingginya harga minyak di dunia membuat beban pemerintah untuk memberikan subsidi minyak semakin bertambah. Sebenarnya untuk mengantisipasi masyarakat kesulitan membeli BBM dengan harga yang tinggi, pemerintah menyediakan subsidi BBM kepada masyarakat.
2)      Turunnya nilai riil kekayaan masyarakat
        Nilai riil yang dimaksud adalah nilai tukar kekayaan yang dimiliki seseorang dalam bentuk kas, seperti uang. Saat inflasi terjadi nilai tukar uang akan menurun. Misalnya, uang Rp 50.000,- semula dapat dibelikan 10 kg beras seharga Rp 5000,-/kg. Namun pada saat terjadinya inflasi pada 5 tahun kemudian, uang Rp 50.000,- hanya dapat dibelikan 5 kg beras karena harga berak yang naik menjadi Rp 10.000,-/kg.
        Selain itu, menurunnya nilai mata uang terhadap daya beli membuat seseorang yang memiliki investasi berupa aktiva tetap memiliki kekayaan yang bertambah. Misalnya pemilik emas, tanah, dan rumah yang harga jual dari masing-masing benda tersebut meningkat akibat inflasi.


     2.     Apakah inflasi itu selalu merugikan?

Menurut saya inflasi tidak selalu merugikan.
Karena inflasi memiliki dampak positif atau menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.
·         Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar).
·         Bagi kegiatan ekonomi masyarakat, yaitu:
a.       Peredaran / perputaran barang lebih cepat.
b.      Produksi barang-barang bertambah, karena keuntungan pengusaha bertambah.
c.       Kesempatan kerja bertambah, karena terjadi tambahan investasi.
d.      Pendapatan nominal bertambah, tetapi riil berkurang, karena kenaikan pendapatan kecil.
·         Bagi para pengusaha, yang pada saat sebelum terjadinya inflasi, telah memiliki stock/persediaan produksi barang yang siap dijual dalam jumlah besar.
·         Bagi para pedagang, yang dengan terjadinya inflasi menggunakan kesempatan memainkan harga barang. Cara yang dipakai adalah dengan menaikkan harga, karena ingin mendapatkan laba/keuntungan yang besar.
·         Bagi para spekulan, yaitu orang-orang atau badan usaha yang mengadakan spekulasi, dengan cara menimbun barang sebanyak-banyaknya sebelum terjadinya inflasi dan menjualnya kembali pada saat inflasi terjadi, sehingga terjadinya kenaikan harga sangat menguntungkan mereka.
·         Bagi para peminjam, karena pinjaman telah diambil sebelum harga barang-barang naik, sehingga nilai riil-nya lebih tinggi daripada sesudah inflasi terjadi, tetapi peminjam membayar kembali tetap sesuai dengan perjanjian yang dibuat sebelum terjadi inflasi. Misalnya, para pengambil kredit KPR BTN sebelum inflasi yang mengakibatkan harga bahan bangunan dan rumah KPR BTN naik, sedangkan jumlah angsuran yang harus dibayar kepada BTN tetap tidak ikut dinaikkan.


     3.     Faktor yang memengaruhi investasi dalam perekonomian

Berikut ada beberapa faktor yang mempengaruhi investasi yang telah saya himpun dalam berbagai sumber, yaitu :
1)      Suku Bunga
        Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.
2)      Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota
        Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.
3)      Kondisi sarana dan prasarana
        Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain :
jalan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan lainlain. Sarana dan prasrana telekomunikasi contohnya: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana dan sarana pos. Sedangkan contoh dari utilitas adalah tersedianya air bersih, listrik dan lain-lain.
4)      Birokrasi perijinan
        Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.
5)      Kualitas sumberdaya manusia
        Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.
6)      Peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan
        Peraturan undang-undang ketenagakerjaan ini antara lain menyangkut peraturan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK), Upah Minimum, kontrak kerja dan lain-lain.
7)      Stabilitas politik dan keamanan
        Stabilitas politik dan keamanan penting bagi investor karena akan menjamin kelangsungan investasinya untuk jangka panjang.
8)      Faktor-faktor sosial budaya
        Contoh faktor sosial budaya ini misalnya selera masyarakat terhadap makanan. Orang Jawa pedalaman misalnya lebih senang masakan yang manis rasanya, sementara masyarakat Jawa pesisiran lebih senang masakan yang asin rasanya.
9)      Pengaruh Nilai tukar
        Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan direspon dengan penurunan pada pengeluaran / alokasi modal pada investasi.
        Pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang diperdagangkan / barang-barang ekspor (traded goods) relatif terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.
10)   Tingkat Inflasi
        Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.


Jumat, 10 April 2015

Tugas 2



1.     Kemiskinan dan Garis Kemiskinan

a)      Kemiskinan

                Kemiskinan dapat diartikan sebagai keadaan terjadinya ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan gambaran dari kondisi sulit seperti kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan  pangan sehari-hari, sandang, perumahan, kesehatan, kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.
                Kemiskinan bukan hal baru, kemiskinan adalah hal umum yang menyangkut masalah ekonomi, agama, sosial, politik, dah paham-paham lainnya. Kemiskinan tidak memandang usia, mulai dari balita, remaja, orang dewasa dan orang tua. Kemiskinan terjadi dimana-mana, dikota, didesa, dan di Negara seluruh dunia.Garis Kemiskinan

b)      Garis kemiskinan

                Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan (dan juga definisi kemiskinan) lebih tinggi di negara maju daripada di negara berkembang.
                Hampir setiap masyarakat memiliki rakyat yang hidup dalam kemiskinan. Garis kemiskinan berguna sebagai perangkat ekonomi yang dapat digunakan untuk mengukur rakyat miskin dan mempertimbangkan pembaharuan sosio-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan.


2.     Penyebab dan dampak kemiskinan di Indonesia

Penyebab
Dampak
1.       Tingkat pendidikan rendah
Kesadaran masyarakat dan biaya pendidikan yang cukup tinggi di Indonesia membuat tingkat pendidikan yang didapat oleh generasi penerus rendah.
  1. Kebodohan
  2. Angka putus sekolah yang tinggi
  3. Kualitas SDM yang rendah
  4. Kurangnya tenaga ahli
  5. Pengangguran
  6. Produktivitas tenaga kerja rendah
  7. Peningkatan bunuh diri
  8. Kepadatan penduduk
  9. Timbulnya pemukiman-pemukiman kumuh
  10. Kelaparan dan timbulnya penyakit gizi buruk
  11. Kualitas SDA yang dihasilkan rendah
2.       Etos kerja dan motivasi untuk berkerja rendah
Sikap kebanyakan masyarakat yang hanya ingin memiliki uang yang banyak tanpa berusaha membuat kemiskinan di mana-mana
3.       Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat
Salah satu anggapan masyarakat, memiliki banyak anak banyak rezeki membuat pembludakan penduduk. Kurangnya persiapan, membuat keluarga dengan banyak anak memiliki kehidupan yang sulit.
4.       Lapangan kerja yang sedikit
Masyarakat Indonesia lebih mengutamakan bekerja dibandingkan membuka lapangan kerja(wirausaha) atau membuka usaha. Dengan banyaknya tenaga kerja yang tidak tersalurkan membuat lebih banyak pengangguran.
5.       Urbanisasi
Masyarakat desa yang pergi ke kota tanpa persiapan dan tidak memiliki keahlian membuat lebih banyak pengangguran dan kemiskinan
6.       Distribusi pangan tidak merata
Adanya maniak yang menimbun sejumlah pangan yang membuat kelangkaan pangan mengakibatkan mahalnya harga pangan. Dengan harga yang mahal tidak semua golongan masyarakat bisa membelinya
7.       Korupsi
Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat dan negara dialihkan ke kantong pribadi orang-orang tidak bertanggung jawab yang merugikan negara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 3.     Mengatasi kemiskinan yang terjadi di Indonesia

        Menurut saya cara mengatasi kemiskinan yang terjadi di Indonesia, yaitu:
1)      Mengadakan sosialisasi program KB 2 anak lebih baik
Sosialisasi program Keluarga Berencana(KB) 2 anak lebih baik, menekan angka kepadatan penduduk.

2)      Mengadakan pelatihan khusus untuk menunjang keterampilan tenaga kerja
Pelatihan dilakukan guna memberikan pengetahuan dasar dan keterampilan khusus kepada tenaga kerja untuk bekerja.

3)      Menumbuhkan semangat berwirausaha selain bekerja
Dengan berwirausaha membuka lapangan kerja yang lebih banyak kepada tenaga kerja lainnya.

4)      Menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pendidikan itu penting
Pendidikan merupakan hal penting menghindarkan masyarakat pada kebodohan.

5)      Memantau pendistribusian pangan
Pendistribusian pangan dipantau agar setiap daerah mendapatkan pangan yang merata, dan agar tidak terjadinya kelangkaan pangan yang membuat mahalnya harga pangan, kelaparan, dan bahkan penyakit gizi buruk.

6)      Membuka lapangan kerja yang lebih besar
Lapangan kerja yang dapat menampung tenaga kerja yang banyak sehingga tidak terjadi pengangguran.

7)      Memberikan dana bantuan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi
Dana bantuan tersebut diberikan guna mendorong para pelajar untuk lebih giat dalam belajar.

8)      Memberikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Dana bantuan tersebut diberikan guna meringankan golongan masyarakat tidak mampu.

9)      Pemberantasan korupsi
Pemberantasan korupsi guna menyalurkan dana yang saharusnya digunakan untuk masyarakat dan negara



Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_kemiskinan
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan