Sabtu, 04 Oktober 2014

Pengantar Akuntansi; Persamaan Dasar Akuntansi


Persamaan Dasar Akuntansi



1.   Pengertian

      Persamaan dasar akuntansi atau accounting equation adalah suatu persamaan yang menggambarkan posisi aktiva dan pasiva yang diakibatkan adanya transaksi yang terjadi pada organisasi (perusahaan maupun non perusahaan) dalam periode akuntansi tertentu.

      Persamaan akuntansi menerapkan prinsip akuntansi yang menggunakan catatan berpasangan (double entry system) sebagai dasar pencatatan. Persamaan akuntansi menunjukkan sumber ekonomi (aset) yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan pada kegiatan usaha dan juga menunjukkan klaim (hak) atas sumber ekonomi tersebut, yaitu liabilitas dan ekuitas. Persamaan akuntansi merupakan dasar untuk proses pencatatan transaksi secara nyata dan aktual dalam perusahaan sehingga dengan data-data pencatatan dapat disusun laporan keuangan yang merupakan tujuan dari akuntansi.


2.   Rumus

Aset = Liabilitas + Ekuitas
atau
Aset = Liabilitas + (modal+pendapatan-beban)


3.   Unsur-unsur Persamaan Dasar

3.1  Aset
Aset adalah semua sumber daya yang dimiliki perusahaan yang digunakan dalam operasi perusahaan. Karakteristik umum yang dimiliki oleh aset adalah kemampuan untuk memberikan jasa dan manfaat di masa mendatang.
Subkelompok aset adalah sebagai berikut.
a.      Aset Lancar (current assets)
1)      Kas
Kas (cash) adalah uang tunai yang disimpan di brankas atau di kantor, ataupun simpanan di bank, yang berbentuk giro atau simpanan lain yang dapat diambil setiap saat
2)      Deposito Bank
Deposito bank/deposito berjangka (time deposit) adalah simpanan pada bank yang berbentuk deposito diambil yang dapat diambil sewaktu-waktu tertentu.
3)      Surat Berharga
Surat berharga/efek (marketable securities) adalah saham dan obligasi perusahaan lain yang segera dapat diuangkan atau dijual di bursa efek. Tujuan pemilikannya adalah untuk memanfaatkan kelebihan uang kas (idle money).
4)      Piutang Usaha
Piutang usaha (account receivable) adalah hak untuk menagih kepada pihak lain karena sebelumnya perusahaan memberikan pinjaman uang atau menjual barang/jasa secara kredit kepada pihak lain.
5)      Piutang Wesel
Piutang wesel/weseltagih (notes receivable) adalah surat perintah yang ditujukan kepada seseorang atau badan tertentu untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal yang telah ditentukan pada orang yang namanya ditulis di surat dalam surat tersebut atau pada orang yang membawa surat tersebut.
6)      Persediaan Barang Dagang
Persediaan barang dagang (merchandise inventory) adalah persediaan barang yang siap dijual.
7)      Perlengkapan Kantor
Perlengkapan kantor (office supplies) adalah perlengkapan yang digunakan untuk lancarnya administrasi perkantoran, contoh: kertas hvs, stapler, disket, dan lain-lain.
8)      Perlengkapan Toko
Perlengkapan toko (store supplies) adalah perlengkapan yang digunakan untuk kelancaran kegiatan di toko, contoh: kantong plastik.
9)      Beban Dibayar Dimuka
Beban dibayar dimuka (prepaid expense) adalah beban yang telah dikeluarkan oleh perusahaan, tetapi belum menjadi kewajiban atau belum digunakan, contoh: asuransi dibayar dimuka dan sewa dibayar dimuka.
10)  Pendapatan Yang Masih Harus Diterima
Pendapatan yang masih harus diterima (accrued revenue) adalah pendapatan yang sudah diperhitungkan/sudah menjadi hak, tetapi belum diterima pembayarannya, contoh: bunga yang akan diterima, piutang usaha, dan piutang sewa.
b.      Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang adalah penanaman modal pada perusahaan lain dalam jangka panjang, yang tujuannya selain untuk memperoleh tambahan pendapatan, juga untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan tersebut, seperti ivestasi dalam saham dan obligasi.
c.       Aset Tetap
Aset tetap (fix asset) adalah kekayaan perusahaan yang pemakaiannya dalam waktu lama (lebih dari satu periode akuntansi). Aset tersebut digunakan dalam kegiatan normal perusahaan serta mempunyai nilai material (relatif besar nilainya), contoh: tanah, gedung, bangunan, mesin-mesin, dan kendaraan.
d.      Aset Tetap Tidak Berwujud
Asset tetap tidak berwujud (intangible fixed assets) adalahh hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan mempunyai nilai, namun tidak mempunyai bentuk fisik. Asset tak berwujud antara lain sebagai berikut.
1)      Goodwill, yaitu nilai lebih yang dimiliki perusahaan yang timbul karena adanya keistimewaan-keistimewaan tertentu, seperti letak yang sangat strategis dan nama yang sudah sangat terkenal.
2)      Hak paten, yaitu hak yang diberikan pemerintah kepada perseorangan atau badan usaha untuk menggunakan penemuan baru
3)      Hak cipta, yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan atau badan usaha untuk memperbanyak/menjual barang-barang hasil karya seni atau tulisan.
4)      Merek dagang, yaitu hak yang diberika oleh pemerintah kepada badan usaha untuk menggunakan nama, cap atau lambing bagi perusahaannya.
5)      Hak sewa (leasing), yaitu hak untuk menggunakan aktiva tetap pihak lain dalam jangka waktu panjang.
6)      Frenchise, yaitu hak istimewa yang diperoleh perusahaan atau perseorangan dari pihak lain untuk merekomersilkan produk, teknik, atau formula tertentu. Contoh: indomaret dan alfamart.
e.       Aset Lain-lain
Aset lain-lain (other assets) adalah aktiva yang tidak dapat digolongkan dalam empat jenis aktiva diatas, contoh: biaya emisi saham dan aktiva tetap yang tidak dipakai.
                                                        
3.2  Liabilitas
Liabilitas atau utang adalah kewajiban membayar kepada pihak lain yang disebabkan oleh tindakan/translate sebelumnya. Berdasarkan jangka waktu pelunasannya, kewajiban diklasifikasikan kedalam tiga kelompok, yaitu:
a.      Liabilitas Lancar
Liabilitas lancar atau utang lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun atau siklus normal operasi perusahaan, yaitu:
1)      Utang Usaha
Utang usaha (account payable) yaitu kewajiban yang harus dilunasi karena pembelian barang/jasa secara kredit.
2)      Utang Wesel
Utang wesel/wesel bayar (notes payable) adalah janji secara tertulis untuk membayar kepada pihak lain dalam jumlah tertentu dan pada tanggal yang telah ditetapkan.
3)      Utang Beban
Utang beban adalah kewajiban membayar karena persahaan sudah menerima manfaatnya, seperti utang bunga, utang sewa, utang gaji.
4)      Pendapatan Diterima Dimuka
Pendapatan diterima dimuka adalah pendapatan yang belum merupakan hak, tetapi sudah diterima pembayarannya. Contoh: sewa diterima dimuka, bunga diterima dimuka.
b.      Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang atau utang jangka panjang adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu lebih dari 1 tahun atau siklus normal operasi perusahaan.
1)      Utang Hipotek
Utang hipotek (mortgage payable) adalah pinjaman jangka panjang dengan jaminan aktiva tetap.
2)      Utang Obligasi
Utang obligasi adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan menjual/mengeluarkan surat-surat obligasi
3)      Kredit Investasi
Kredit investasi adalah pinjaman jangka panjang yang diterima dari bank atau lembaga keuangan lain, yang digunakan untuk perluasan perusahaan.
c.       Liabilitas Lain-Lain
Liabilitas/utang lain-lain meliputi semua kewajiban yang tidak sesuai untuk diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Contoh: uang jaminan yang diterima dari pelanggan.

3.3  Ekuitas
Ekuitas atau modal (equity) adalah hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (jumlah aktiva dikurangi kewajiban). Ekuitas terdiri dari setoran pemilik dan sisa laba yang ditahan (retained earning).

3.4  Pendapatan
Pendapatan adalah penambahan jumlah aktiva sebagai hasil operasi perusahaan secara bruto. Pendapatan diperoleh karena adanya penyerahan/penjualan barang/jasa atau aktiva lainnya dalam satu periode. Pendapatan dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu
a.      Pendapatan Operasi
pendapatan operasi adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dalam rangka kegiatan utama, contoh: pendapatan servis bagi perusahaan jasa dan penjualan bagi perusahaan dagang.
b.      Pendapatan Nonoperasional
pendapatan nonoperasional adalah pendapatan yang diperoleh di luar pokok, yang sifatnya tidak tetap, contoh: pendapatan bunga bagi perusahaan non bank dan pendapatan komisi bagi perusahaan dagang.

3.5  Beban
Beban atau biaya adalah biaya yang terjadi dalam rangka memperoleh pendapatan. Beban dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
a.      Beban Operasional
beban operasional adalah beban yang terjadi dalam rangka memperoleh pendapatan operasi, contoh: beban gaji, beban perlengkapan
b.      Beban Nonoperasional
beban nonoperasional adalah beban yang terjadi bukan karena kegiatan utama perusahaan atau yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan utama perusahaan dan sifatnya incidental, contoh: beban bunga dan kerugian piutang.


4.   Hubungan Persamaan Dasar Akuntansi

Unsur-unsur dalam persamaan dasar akuntansi memiliki hubungan, satu sama lain mempengaruhi posisi keuangan perusahaan melalui transaksi-transaksi yang terjadi pada perusahaan itu sendiri.

4.1      Aset
Aset akan bertambah jika ada transaksi penerimaan kas dari aktivitas operasi perusahaan, pembelian aset, dan lain-lain. Aset akan berkurang jika ada transaksi pengeluaran kas, penjualan aset, dan lain-lain.
Contoh:
·         Pembelian perlengkapan
Aset (perlengkapan) bertambah dan aset (kas) berkurang
·         Penjualan barang dagang
Aset (kas) bertambah dan aset (barang dagang) berkurang

4.2      Liabilitas
Liabilitas akan bertambah jika ada transaksi pinjaman uang dari pihak ketiga, pembelian barang secara kredit. Liabilitas akan berkurang jika ada transaksi pelunasan utang yang dilakukan perusahaan.
Contoh:
·         Pembelian peralatan secara kredit
Liabilitas bertambah dan aset (peralatan) bertambah
·         Pelunasan utang usaha
Liabilitas berkurang dan aset (kas) berkurang

4.3      Ekuitas
Ekuitas akan bertambah jika ada transaksi penambahan uang dari pemilik dan pendapatan. Ekuitas akan berkurang jika ada transaksi pemilik mengambilan uang untuk keperluan pribadi (prive), dan adanya biaya. Ekuitas dipengaruhi oleh unsur-unsur sebagai berikut.
1.      Pendapatan,
Meningkatkan ekuitas yang berasal dari aktivitas operasional perusahaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan laba.
2.      Investasi,
Aset pemilik yang ditempatkan ke dalam perusahaan yang menyebabkan ekuitas bertambah. Contoh: penanaman modal berupa kas atau peralatan.
3.      Beban-beban,
Biaya yang mencerminkan arus kas keluar (pembayaran) actual atau yang diperkirakan. Biaya tersebut menyebabkan berkurangnya ekuitas.
4.      Penarikan untuk keperluan pribadi (prive)
Penarikan kas atau aset lain untuk kepentingan pribadi pemilik yang menyebabkan berkurangnya ekuitas.
Contoh:
·         Pengambilan pribadi oleh pemilik
Aset (kas) berkurang dan ekuitas (modal) berkurang
·         Membayar beban sewa
Aset (kas) berkurang dan ekuitas (beban) berkurang
·         Menerima penghasilan dari service
Aset (kas) bertambah dan ekuitas (pendapatan) bertambah







Dafar Pustaka:

(http://renarenata51.blogspot.com/2012/12/modul-persamaan-dasar-akuntansi-jilid-1.html?m=1)

       1 Oktober 2014 Pukul 16.00 WIB
Toto Sucipto, Hj. Moelyati, H. Sumardi. 2011. Akuntansi Siklus Akuntansi Perushaan Jasa dan Perusahaan Dagang. Jakarta:Yudhistira
IAI. 2012. Aplikasi Akuntansi Dasar Sesuai Dengan PSAK Terkini. Jakarta: IAI
Donald E. Keiso, Jerry J., Weygandt Terry D., Paul D. Kimmel. Pengantar Akuntansi, Edisi 7, Jilid 1. Alih Bahasa Ali Akbar Yulianto, Wasilah, Rangga Handika. Jakarta: Salemba Empat. 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar