Rabu, 13 Mei 2015

Tugas 7


Klasifikasi Industri

1.   Berdasarkan SK Menperin No 19 M/SK/1986 
  • Industri kimia dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi atau setengah jadi. Contoh : industri kertas, semen, pupuk, selulosa dan ka
  • Industri mesin dan logam dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau barang setengah jadi. Contoh : industri elektronika, mesin, pesawat terbang, perkakas, alat berat.
  •  Aneka industri, yaitu industri yang menghasilkan beragam kebutuhan konsumen. Contoh : industri pangan, tekstil, kimia dasar, aneka industri bahan bangunan.
  • Kelompok industri kecil, yaitu industri dengan modal kecil atau peralatan yang masih sederhana. Contoh : industri rumah tangga. 
2.   Berdasarkan Tempat Bahan Baku 
  • Industri ekstraktif, yaitu industri yang memperoleh bahan baku langsung dari alam. 
  • Industri nonekstraktif, yaitu industri yang memperoleh bahan baku dai industri lain. 
  • Industri fasilitataif, yaitu industri yang berupa pelayanan jasa kepada masyarakat.
 3.   Berdasarkan Modal 


  • Industri padat modal, yaitu industri dengan modal besar dan banyak menggunakan tenaga mesin.
  • Industri padat karya, yaitu industri yang memerlukan banyak tenaga manusia.

4.   Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja
  • Industri rumah tangga, yaitu industri yang karyawannya < 5 orang.
  • Industri kecil, yaitu industri yang karyawannya 5-19 orang.
  • Industri sedang/menengah, yaitu industri yang karyawannya 20-99 orang.
  • Industri besar, yaitu industri yang karyawannya > 100 orang.
5.   Berdasarkan Lokasi Unit Usaha
  • Market oriented Industry, yaitu industri yang berorientasi pada pasar (konsumen).
  • Power oriented industry, yaitu industri yang berorientasi pada tenaga kerja
  • Supply oriented industry, yaitu industri yang berorientasi pada tempat pengolahan.
  • Raw material oriented industry, yaitu industri yang berorientasi pada bahan baku.
  • Footloose oriented industry, yaitu industri yang tidak berorientasi pada hal-hal tersebut di atas.
6.   Berdasarkan Tahapan Proses Produksinya
  • Industri hulu, yaitu industri yang mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi. 
  • Industri hilir, yaitu industri yang mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi.
7.   Berdasarkan Produktifitas Perorangan
  • Industri Primer, yaitu industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih lanjut.
  • Industri Sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang-barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut
  • Industri Tersier, yaitu industri yang bergerak di bidang jasa.
  • Industri Kwartier, yaitu industri jasa yang berbasis teknologi tinggi.
8.   Berdasarkan Pengelolaannya
  • Industri rakyat, yaitu industri yang diusahakan oleh rakyat.
  • Industri negara, yaitu industri yang diusahakan oleh negara dan umumnya merupakan BUMN.
9.   Berdasarkan Asal Modal
  • PMPD (Penanaman Modal Dalam Negeri), yaitu industri yang modal keseluruhan berasal dari penanaman modal dalam negeri oleh pemerintah atau pengusaha nasional. 
  • PMA (Penanaman Modal Asing), yaitu industri yang modal keseluruhan berasal dari penanaman modal asing.
  • Patungan (Joint Venture), yaitu industri kerjasama antara swasta nasional dengan swasta asing.
10.  Berdasarkan Hasil Produksi
  • Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin dan alat produksi.
  • Industri ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang jadi atau barang yang siap pakai dan langsung dikonsumsi oleh masyarakat.
11.  Berdasarkan Bahan Dasar
  • Industri campuran, yaitu industri yang memproduksi lebih dari satu barang.
  • Industri trafik, yaitu industri yang seluruh bahan mentahnya diperoleh dari impor.
  • Industri konveksi, yaitu industri yang membuat pakaian jadi.
  • Industri perakitan (assembling), yaitu industri yang kegiatannya merakit beberapa komponen menjadi barang jadi.
12.  Berdasarkan Pemasarannya
  • Industri lokal (nonbasic), yaitu industri yang produknya hanya dipasarkan di dalam negeri.
  • Industri dasar (basic), yaitu industri yang hasilnya dipasarkan di dalam maupun di luar negeri.
13.  Berdasarkan Bahan Mentah
  • Industri agraris, yaitu industri yang bahan mentahnya berasal dari hasil agraria.
  • Industri nonagraris, yaitu industri yang bahan mentahnya berasal dari hasil tambang.




Meningkatkan Daya Saing Industri di Indonesia

Cara Menteri Perindustrian (Menperin) mendorong peningkatan daya saing industri nasional, yaitu:
  1. Optimalisasi penggunaan produk dalam negeri dengan menjaga kualitas dan standar. “Aku Cinta, Aku Bangga dan Aku Pakai Produk Dalam Negeri, hendaknya tidak hanya menjadi slogan, namun dapat menjadi keputusan dalam menentukan pilihan
  2. Penerapan berbagai macam regulasi teknis dan tata niaga untuk pengamanan pasar dalam negeri 
  3. Program-program promosi seperti kampanye cinta produk dalam negeri, sosialisasi produk dalam negeri maupun pameran-pameran.  
  4. Restrukturisasi Industri. Langkah ini terkait dengan pemanfaatan teknologi yang efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan melalui restrukturisasi permesinan atau peralatan produksi yang lebih eco-friendly. Misalnya pada industri tekstil dan alas kaki, industri gula, serta industri pupuk. 
  5. Menjamin kecukupan bahan baku yang terkait dengan pengembangan industri hulu seperti industri gas, kimia dasar, dan logam dasar. 
  6. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui fasilitasi pembangunan unit pelayanan teknis (UPT) untuk mendukung pelatihan dengan keahlian khusus di bidang industri. 
  7. Perbaikan pelayanan publik melalui birokrasi yang efektif, efisien, dan akuntabel. 
  8. Di bidang perdagangan, Kemenperin telah melakukan inisiatif untuk penguatan pasar dalam negeri melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk industri, kebijakan Tata Niaga seperti penerapan Importir Produsen (IP) maupun Importir Terdaftar (IT), penerapan trade defends seperti safeguard, anti dumping, dan countervailing duties, serta optimalisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di semua lini kehidupan dan kegiatan perekonomian.
            Peningkatan kemampuan industri dalam negeri harus dipacu melalui kegiatan verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai Instruksi Presiden RI nomor 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produksi Dalam Negeri. Menurut Menperin, hal tersebut penting dilaksanakan untuk mengukur kemampuan industri nasional dalam menghadapi dinamisme persaingan industri secara global.

            Berbagai kebijakan diarahkan kepada optimalisasi penggunaan produk dalam negeri, terutama pada pengadaan barang atau jasa oleh Pemerintah. Hal ini sesuai Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010. Sehingga nantinya diharapkan TKDN akan tampil sebagai identitas suatu produk industri dalam negeri.



Sektor Industri Yang Memberikan Kontribusi Signifikan Bagi Perkembangan Ekonomi Indonesia

Menurut saya sektor industri yang memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ekonomi di Indonesia adalah sektor industri pariwisata.


Sektor Industri Pariwisata

            Industri pariwisata terbukti kebal dari krisis global. Saat perekonomian global tersuruk, pertumbuhan pariwisata Indonesia tetap tumbuh, bahkan melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional.

            Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, menyatakan pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia tahun 2014 mencapai 9,39 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Angka itu di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,7 persen. Hal itu disampaikan Sapta saat mengikuti salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia, yakni Internationale Torismus Börse di Berlin, Jerman.
"Kami sangat optimistis dengan perkembangan bisnis pariwisata Indonesia," ujar Sapta, kemarin, saat berbicara di depan para pelaku bisnis pariwisata di hotel Inter Continental, Berlin.
            Sapta menambahkan, sektor pariwisata menyumbangkan produk domestik bruto mencapai Rp 347 triliun. Bila dibandingkan, angka itu mencapai 23 persen dari dengan total pendapatan negara yang tercantum di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013, yakni Rp 1.502 triliun, Sektor pariwisata juga menempati urutan keempat sebagai penyumbang devisa negara tahun 2013.

            Dalam daftar peringkat daya saing pariwisata di ASEAN yang dilansir oleh World Economic Forum (2013), posisi Indonesia terus merangkak naik setiap tahunnya. Kini, peringkat daya saing Indonesia berada di urutan ke 70. Pada 2012 ada diurutan 74. Peringkat ini di atas peringkat Brunei (72), Vietnam (80), Filipina (82), serta Kamboja (106).

            Sebelumnya, di Jakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu juga mengatakan industri pariwisata Indonesia tidak hanya "on the track" tapi juga telah masuk ke tahap lanjut. Itu ditunjukkan dengan diketoknya beberapa standarisasi usaha wisata oleh pemerintah.

            Kekuatan industri pariwisata Indonesia yang utama masih pada sumber daya alam dan kekayaan ragam budaya, serta biaya yang relatif murah . Beberapa sektor terkait yang berpotensi menghambat industri ini, menurut Mari, masih dalam tahap pembenahan, misalmya soal kebersihan dan kesehatan.


 
Sumber:
http://rinesaa.blogspot.com/2012/10/penggolongan-dan-klasifikasi-industri.html 
http://www.kemenperin.go.id/artikel/3313/Menperin-Mendorong-Peningkatan-Daya-Saing-Industri-Nasional
http://www.tempo.co/read/news/2014/03/06/202559869/Pariwisata-Indonesia-Lampaui-Pertumbuhan-Ekonomi

Jumat, 08 Mei 2015

Tugas 6

Tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi,  suatu negara dikatakan makmur


Menurut pendapat saya, pendapatan perkapita merupakan indikator terpenting dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara. Sebuah negara dikatakan makmur apabila rakyatnya memiliki pendapatan perkapita yang tinggi. Namun demikian, tingginya pendapatan perkapita bukan hanya penentu kemakmuran suatu negara. Meskipun negara itu pendapatan perkapitanya tinggi, namun jika terjadi perang saudara di dalam negara tersebut, maka tidak dapat disebut sebagai negara makmur/sejahtera. selain itu juga kemakmuran suatu negara dilihat dari angka kemiskina,  pengangguran, kematian bayi dan ibu melahirkan, dan angka melek huruf penduduknya. 



Terjaminnya tercipta kesejahteraan penduduk suatu negara 


Negara yang makmur menjamin kesejahteraan penduduknya.  Maka suatu  negara makmur  tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1. Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita merupakan indikator terpenting dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara. Sebuah negara dikatakan makmur apabila rakyatnya memiliki pendapatan perkapita yang tinggi. Namun demikian, tingginya pendapatan perkapita bukan penentu kemakmuran suatu negara. Meskipun negara itu pendapatan perkapitanya tinggi, namun jika terjadi perang saudara di dalam negara tersebut, maka tidak dapat disebut sebagai negara makmur/sejahtera. Karena dengan adanya peperangan banyak menimbulkan kematian, penderitaan, dan rasa tidak aman.

2. Jumlah Penduduk Miskin

Tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara dapat dilihat dari angka kemiskinan. Suatu negara dikatakan makmur/sejahtera apabila rakyatnya yang hidup miskin berjumlah sedikit saja. 

3. Tingkat Pengangguran

Salah satu ciri yang membedakan antara negara maju dan negara berkembang adalah tingkat pengangguran. Di negara maju umumnya tingkat penganggurannya rendah. Sebaliknya di negara berkembang biasanya tingkat penganggurannya tinggi.

4. Angka Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan

Salah satu ciri yang membedakan antara negara maju dan negara berkembang adalah angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Di negara maju umumnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan rendah. Hal ini disebabkan penduduk mampu membeli makanan yang bergizi, mampu membeli pelayanan kesehatan dan obatobatan yang memadai. Sebaliknya di negara berkembang angka kematian bayi dan ibu melahirkan relatif tinggi. Hal ini disebabkan penduduk tidak mampu membeli makanan yang bergizi, tidak mampu membeli pelayanan kesehatan dan obat-obatan yang memadai, karena pendapatannya rendah.

5. Angka Melek Huruf

Angka melek huruf menunjukkan jumlah penduduk yang dapat membaca dan menulis. Suatu negara dikatakan maju apabila angka melek hurufnya tinggi atau angka buta hurufnya rendah.


Sifat pertumbuhan ekonomi dan faktor yang mempengaruhinya


Sifat pertumbuhan ekonomi
  1. Pembangunan ekonomi sebagai suatu proses, yang berarti pembangunan merupakan perubahan yang terjadi terus menerus.
  2. Pembangunan ekonomi sebagai usaha untuk menaikkan tingkat pendapatan per kapita.
  3. Kenaikan pendapatan per kapita ini harus terus berlangsung dalam jangka Panjang. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah
1.  Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan dengan membangun infrastruktur di daerah-daera. 
2.  Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3.  Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4.  Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas

6.    Luas Pasar sebagai Sumber Pertumbuhan

Adam Smith mengemukakan bahwa spesialisasi dalam produksi dibatasi oleh luas pasar, dan keterbatasan luas pasar akan memengaruhi atau membatasi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Apabila luas pasar terbatas, tidak terdapat dorongan para pengusaha untuk menggunakan teknologi modern yang tingkat produktivitasnya sangat tinggi. Oleh karena itu, tingkat produktivitas dan pendapatan para pekerja tetap rendah, sehingga membatasi luas pasar.

7.  Faktor Pendidikan

Suatu negara dikatakan akan mudah berkembang dalam perekonomiannya apabila angka / jumlah penduduk yang dapat membaca dan menulis tinggi dan yang buta huruf semakin sedikit.

sumber: 
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi
http://angga-geo.blogspot.com/p/materi-balajar.html
http://ekonomisku.blogspot.com/2013/11/pembangunan-ekonomi.html?m=1

Selasa, 05 Mei 2015

Cara Menginstall dBase IV




   ---------------------------

Bab 1, "Instalasi," p. 1-2, Jenis Instalasi:
Ruang disk minimum yang diperlukan untuk instalasi dBASE IV yaitu 4.0M. Sebuah instalasi lengkap membutuhkan 5.4M untuk dBASE IV, 8.2m untuk edisi dBASE IV Developer.

   
---------------------------

Bab 1, "Instalasi," p.
1-3, Caching dBASE IV dengan yang lain
SRs: Jika Anda menggunakan DBCINIT baik Autoexec.bat atau Config.sys,  Anda harus mendahului dengan nama path penuh: C: \ DBASE \ DBCINIT di Autoexec.bat, PERANGKAT = C:\DBASE\DBCINIT.EXE di Config.sys (menggunakan  drive yang benar: \ direktori jika berbeda dari C: \ DBASE).

   ---------------------------

Bab 1, "Instalasi," p.
1-4:
Jika Anda mengalami kesulitan ketika menginstal dBASE IV, Anda mungkin ingin menghapus program memori yang lain sebelum instalasi mencoba kembali.

   
---------------------------


Bab 1, "Instalasi," p. 1-4:
Jika Anda menghapus secara manual isi salah satu subdirektori dBASE IV (seperti SQLHOME atau DBNETCTL.300), Anda juga harus menghapus direktori sendiri sebelum menginstal ulang dBASE IV.

   
---------------------------

Bab 1, "Instalasi," p.
1-5,
Anjuran Selama penginstallan, sebaiknya Anda tidak mencoba untuk menginstal dBASE IV direktori root (DOS hanya memungkinkan sejumlah file di \). Install ke subdirektori, misalnya, \ DBASE.



Download dBase IV  hanya untuk os 32 bit
FYI. 
dbase yang dishare ga perlu install, jadi sekali ekstrak langsung tinggal pake aja :)
untuk dbase IV, cari aja yang namanya DBASE1.EXE
untuk dbase III cari aja yang namanya DBASE.EXE

  ---------------------------


PENGENALAN INSTALASI


   ---------------------------

Peralatan yang dibutuhkan

 Untuk menjalankan sistem dBASE IV versi 1.5 diperlukan software dan hardware penunjangnya. Tanpa peralatan tsb, maka sistem ini tidak akan bekerja.

Peralatan hardware yang diperlukan berupa :
  •   IBM PC, AT atau kompatibelnya.
  • Sistem dBASE IV memerlukan 4MB media fixed disk
  • RAM sebesar 640KB dengan 450KB yang tersisa.



Peralatan Software yang dibutuhkan :
  •  Sistem operasi DOS Versi 2.1 ke atas
  •  Jika sistem dBASE IV dijalankan dalam bentuk multi-user pada LAN maka diperlukan ovell Netware V2.2 atau V3.11.


   --------------------------- 

Instalasi Sistem

Instalasi sistem dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.  Aktifkan komputer dan software yang bersangkutan 
---------------------------  
2.  Masukkan disket #1 (Install Disk) pada disk drive A. 
---------------------------  
3.  Pada saat DOS Prompt, aktifkan disk drive A dengan mengetik A: lalu tekan ENTER. 
--------------------------- 
4.  Ketik INSTALL lalu tekan ENTER untuk mengawali proses instalasi  
---------------------------  
5.  Pilihan instalasi yang berupa :

  •  QUICK à untuk instalasi sistem dengan fasilitas penuh untuk single-user (pemakai tunggal)
  •  FULL à untuk instalasi sistem dengan fasilitas penuh untuk single-user atau multi-user
  • MENU-DRIVEN à untuk instalasi sistem dengan memilih fasilitas yang disediakan pada pilihan FULL.
---------------------------   
6.  Pilihan MENU-DRIVEN akan memunculkan baris menu sebagai berikut:\
     Install yang berisi pilihan :
  •  Install dBASE IV à untuk melanjutkan proses instalasi.
  • Transfer other files à untuk melanjutkan proses instalasi seperti transfer file contoh, file tutorial dsb. Transfer file tsb merupakan kelanjutan instalasi sistem sebelumnya yaitu untuk pelengkap dari sistem dBASE IV.
  • Uninstall dBASE IV à untuk membatalkan instalasi yang pernah dilakukan.
  • DOS yang berisi pilihan :
  • Perform DOS Command à untuk melakukan proses DOS dari program instalasi saat itu.
  • Go to DOS à untuk mengaktifkan sistem operasi DOS tanpa perlu mengakhiri proses instalasi. Dari DOS, ketik EXIT lalu tekan ENTER untuk kembali ke proses instalasi.
  • Set Default drive : directory à untuk menentukan lokasi disk drive dan directory yang akan dipakai sebagai sumber proses instalasi.
  • EXIT à untuk keluar dari proses instalasi (membatalkan permintaan untuk instalasi sistem) dan kembali ke DOS.
---------------------------   
7.  Jika pilihan Install dBASE IV pada menu install, maka akan menampilkan pilihan berikutnya :
  • Single-user à untuk instalasi sistem dengan pemakai tunggal pada standalone komputer
  • Multi-user à untuk instalasi sistem dengan pemakai ganda pada LAN.
---------------------------   
8.  Berikutnya sistem akan menanyakan lokasi instalasi. Contoh : ketik C:\DBASE 
--------------------------- 
9.  Lalu sistem akan menanyakan lokasi sistem file SQL. Contoh : C:\DBASE\SQLHOME
---------------------------    
10. Lalu sistem menanyakan warna tampilan monitor. Tujuannya ialah untuk menentukan jenis monitor yang akan dipakai oleh sistem.
---------------------------   
11. Beberapa saat kemudian sistem akan menampilkan bagian pendaftaran software. Isi bagian :
  • User Name : nama anda
  • Company Nama : nama perusahaan anda
  • Serial Number : nomor seri dari software dBASE IV yang anda pakai.
  • Sesudah mengisi ketiga bagian tsb, tekan Ctrl-End untuk melanjutkan proses instalasi atau tekan ESC untuk membatalkannya.
---------------------------   
12. Setelah proses transfer file, sistem akan meminta anda untuk menukar disket #1 dengan disket #2 (System Disk #1) lalu dengan disket #3 (System Disk #2)
---------------------------   
13. Jika sebelumnya anda memilih jenis multi-user, maka anda harus :
  •  Add user à untuk menambah pemakai pada lingkungan LAN
  • Skip à untuk melanjutkan proses
  • Tekan ENTER untuk melanjutkan proses.
---------------------------   
14. Selanjutnya anda dapat memilih bagian Transfer Other Files yang ada di menu Install berupa :
  • Sample files à untuk instalasi file contoh dari sistem dBASE IV.
  • Tutorial files à untuk instalasi file petunjuk singkat pemakaian sistem dBASE IV.
  • DBASE Template Language Toolkit à untuk instalasi file kerangka sistem dBASE IV dalam hal ini berupa alat bantu pemrograman sistem.
  •  Autoexec.bat à untuk modifikasi file AUTOEXEC.BAT agar siap untuk pemakaian dBASE IV dalam hal pelacakan file di lokasi disk dan directory lokasi sistem berada.
  • Config.sys à untuk modifikasi konfigurasi sistem DOS agar siap untuk memakai sistem dBASE IV.
  • Pada saat instalasi fasilitas tambahan tsb, sistem akan meminta anda disket #4 (Sample, Templates & Tutorial Disk)
---------------------------   
15. Pilih menu EXIT untuk mengakhiri proses instalasi.



Sumber:
http://www.arickanjass.com/2012/04/download-dbase-iv-dan-tutorialnya.html
http://hariyanto.staff.jak-stik.ac.id/files/tutorial-dbase-iv.doc